Angka Partisipasi Sekolah yang rendah di Kabupaten Mimika dipengaruhi oleh terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan, serta tingkat kesadaran masyarakat yang masih kurang mengenai pentingnya pendidikan. Untuk mengatasi hal tersebut, PTFI bersama Biro Pendidikan YPMAK menghadirkan program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan guna membuka akses seluas‑luasnya bagi anak‑anak daerah untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan layak. Dalam pelaksanaannya, PTFI dan Biro Pendidikan YPMAK berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, lembaga pendidikan, konsultan pendidikan, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Sejak tahun 1996 hingga 2018, PTFI dan YPMAK telah memfasilitasi lebih dari 11.000 siswa dalam program beasiswa yang mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga S3. Pelaksanaan program ini dilengkapi dengan pemantauan rutin secara langsung ke sekolah‑sekolah tempat para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikan.
Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi siswa dari daerah terpencil, PTFI dan LPMAK bekerja sama dengan Yayasan Pesat dan Keuskupan Timika dalam pengelolaan lima asrama putra dan putri di Mimika, serta dengan Yayasan Binterbusih di Jawa Tengah. Model pendidikan berpola asrama ini dirancang untuk menanamkan sikap disiplin, meningkatkan kemandirian, dan membentuk pola hidup yang teratur pada para siswa.
PTFI turut menggandeng pihak ketiga dalam penyelenggaraan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi para guru di Kabupaten Mimika, guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka dalam mengajar mata pelajaran tertentu serta memberikan dukungan bagi guru yang ditugaskan di daerah‑daerah terpencil.
PTFI juga membangun Institut Pertambangan yang bertujuan melatih putra‑putri asli Papua agar menjadi tenaga kerja tambang berskala dunia, kompeten, dan siap bersaing di industri pertambangan.
Melalui Koperasi Aitomona sejak tahun 2008, PTFI memberdayakan perempuan Papua dan memberikan berbagai pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga, sehingga mereka dapat berperan lebih aktif dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Pelatihan‑pelatihan yang diselenggarakan, seperti pengelolaan keuangan keluarga, menjahit, dan pengolahan makanan dari bahan lokal, diarahkan untuk mendorong tumbuhnya industri berskala rumah tangga di masa mendatang.

PTFI terus berupaya mendukung lembaga‑lembaga yang menjadi representatif masyarakat lokal untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana program pengembangan masyarakat yang berasal dari PTFI. Lembaga‑lembaga penerima dana tersebut antara lain YPMAK, Yayasan Tuarek Natkime, Yayasan Waartsing, Yayasan Yu‑Amako, Yayasan Hak Asasi Manusia dan Anti Kekerasan (YAHAMAK), serta Forum MoU 2000.
Untuk memperkuat akuntabilitas lembaga, PTFI memfasilitasi audit independen serta pelatihan penyusunan laporan keuangan. Dengan demikian, masyarakat sasaran dapat mengetahui secara transparan penggunaan dana tersebut dan potensi konflik kepentingan di antara kelompok masyarakat dapat diminimalkan.
Kami mengimbau para pencari kerja untuk senantiasa berhati‑hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan perekrutan yang mengatasnamakan PT Freeport Indonesia. Dalam setiap proses rekrutmen dan penerimaan karyawan, PT Freeport Indonesia maupun konsultan rekrutmennya tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun kepada para pelamar.
Untuk melihat lowongan, silakan akses melalui link berikut: ptfi e-recruitment
Untuk melihat informasi magang, silakan akses melalui link berikut:Program Magang