Pertambangan secara historis dikenal industri berisiko tinggi dan penuh bahaya. Identifikasi dan pengelolaan *hazard* fisik penambangan jadi elemen kunci program Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) PT Freeport Indonesia (PTFI). Pengenalan risiko memungkinkan mitigasi via *engineering control*, *administrative control*, atau Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat.
Pendekatan PTFI: evaluasi berkelanjutan semua proses-operasi potensial *hazard*. Risiko teridentifikasi segera diukur lalu dikendalikan proaktif lindungi kesehatan tenaga kerja secara optimal.
PTFI sadar prihatin tingginya prevalensi HIV/AIDS di komunitas Area Kerja Kontrak (KKP). Pandemi ini butuh penanganan medis tepat plus pemahaman aspek sosialnya. Edukasi HIV/AIDS target karyawan via pusat training kerja, TV kabel internal perusahaan, dan media kampanye masif wilayah operasi.
Kebijakan HIV/AIDS PTFI akui dampak signifikan terhadap workforce dan masyarakat lokal, kendalikan penularan patuhi regulasi RI plus rekomendasi WHO, ILO, US CDC, dan organisasi kesehatan global relevan. Selaras *non-discrimination policy* perusahaan, aturan pemerintah, panduan ILO, PTFI junjung perlakuan adil non-diskriminatif bagi karyawan/ODHA. PTFI juga terapkan program pengendalian malaria *world-class* terintegrasi plus strategi terkoordinasi lawan TBC endemik.
Kami mengimbau para pencari kerja untuk senantiasa berhati‑hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan perekrutan yang mengatasnamakan PT Freeport Indonesia. Dalam setiap proses rekrutmen dan penerimaan karyawan, PT Freeport Indonesia maupun konsultan rekrutmennya tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun kepada para pelamar.
Untuk melihat lowongan, silakan akses melalui link berikut: ptfi e-recruitment
Untuk melihat informasi magang, silakan akses melalui link berikut:Program Magang