PTFI dan YPMAK terus mendorong pertumbuhan ekonomi untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal melalui pemanfaatan keunggulan kompetitif yang dimiliki masing‑masing wilayah. Dalam pelaksanaannya, PTFI dan YPMAK mengajak berbagai pemangku kepentingan lain untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan daerah dan penguatan sektor ekonomi masyarakat. Pada proses pembangunan ini, PTFI dan YPMAK memberikan perhatian khusus pada program perikanan, peternakan, pertanian, ketahanan pangan, dukungan terhadap sistem ekonomi lokal, program ekonomi alternatif, serta kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Program Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PP‑UMKM) serta Dana Bergulir dirancang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat lokal dengan memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha asal Papua yang memiliki potensi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus menguatkan daya saing pelaku usaha lokal di pasar.

Pembangunan Ekonomi Berbasis Desa

Program ini bertujuan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia di sekitar wilayah mereka. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas yang dimiliki masyarakat serta mengintegrasikannya dengan kearifan lokal setempat.

Program Perikanan
Program perikanan tangkap diinisiasi PTFI pada tahun 2009 dan dilaksanakan bekerja sama dengan YPMAK dan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) dari Keuskupan Timika. PTFI, melalui tim Program Pendampingan dan Pengembangan Masyarakat Lima Desa (P3MD), memberikan pendampingan serta dukungan dalam hal transportasi dan penguatan sumber daya manusia.

Program Peternakan
Program peternakan di Desa Wangiriwa (SP IX) dan Desa Utikini Baru (SP XII) ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas warga masyarakat setempat. Program ekonomi di kedua desa ini dikembangkan seiring dengan program infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat yang secara sukarela pindah dari kampung asal di dataran tinggi ke daerah dataran rendah.

Program Pertanian dan Ketahanan Pangan
Pendampingan di bidang pertanian bertujuan memperkenalkan dan mentransfer pengetahuan kepada masyarakat tentang budidaya tanaman, terutama yang bernilai komersial, dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar permukiman mereka.

Program Kebun Sagu.
Pengembangan Kebun Sagu di Kampung Nayaro merupakan langkah awal untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berbasis pada kearifan lokal dan karakteristik lingkungan setempat.

Program Pertanian Dataran Rendah.
Di SP IX, SP XII, serta sejumlah kampung masyarakat Kamoro, dikembangkan program pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti sayur‑mayur, buah‑buahan, dan umbi‑umbian.

Program Wanatani Kopi dan Hortikultura.
Program pengembangan ekonomi bagi masyarakat Amungme di dataran tinggi masih berfokus pada pengembangan usaha wanatani kopi, pendampingan budidaya tanaman hortikultura, serta tanaman pangan. PTFI melalui Yayasan Jayasakti Mandiri saat ini juga sedang mengembangkan usaha perkebunan cokelat, terutama di sekitar SP IX dan SP XII.

Program Pembinaan UMKM

Program ini bertujuan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam di sekitar wilayah mereka. Pelaksanaannya mengoptimalkan kemampuan masyarakat sekaligus memperkuat penerapan kearifan lokal setempat.

PTFI dan YPMAK terus mendorong pertumbuhan ekonomi untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal melalui keunggulan kompetitif masing‑masing wilayah. Dalam pelaksanaannya, PTFI dan YPMAK mengajak berbagai pemangku kepentingan lain untuk turut berperan dalam pengembangan daerah dan penguatan sektor ekonomi masyarakat. PTFI dan YPMAK memberikan perhatian pada program perikanan, peternakan, pertanian, ketahanan pangan, dukungan terhadap sistem ekonomi lokal, program ekonomi alternatif, serta kerja sama dengan pihak‑pihak terkait.

Program Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PP‑UMKM) dan Dana Bergulir diarahkan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat lokal melalui pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha Papua yang berpotensi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal, kesejahteraan, serta kemampuan bersaing pelaku usaha di pasar.

Dana Bergulir

PTFI melalui Yayasan Bina Utama Mandiri (YBUM) menyalurkan dana bergulir berupa pinjaman kepada pelaku usaha lokal yang belum memenuhi persyaratan untuk mengajukan kredit ke bank. Melalui program dana bergulir ini, pelaku usaha lokal juga mendapatkan pembelajaran dan pemahaman mengenai sistem kemitraan dengan lembaga perbankan, sehingga mereka lebih memahami prosedur dan persyaratan pengajuan dana atau kredit kepada bank dan lembaga keuangan formal lainnya.