Pabrik pengolahan bijih (Mill) mengolah bijih dari tambang melalui tiga unit konsentrator utama, yaitu: Konsentrator Utara/Selatan, Konsentrator #3, dan Konsentrator #4. Kapasitas rancang pengolahan (nameplate) masing‑masing konsentrator diringkas sebagai berikut (dalam ribuan ton metrik per hari):

Konsentrator Judul
Konsentrator Utara/Selatan 60
Konsentrator #3 (SAG #1) 60
Konsentrator #4 (SAG#2) 115
Total 235

Catatan:
Tingkat kapasitas Pabrik Pengolahan dapat berubah‑ubah tergantung pada kekerasan dan ukuran bijih umpan, serta berbagai pertimbangan ekonomis lain yang dapat mewajibkan pengoperasian pada level lebih rendah demi memaksimalkan nilai sumber daya kami secara keseluruhan.

Konsentrator Utara mulai beroperasi pada tahun 1972 dan kemudian mengalami perluasan bertahap melalui sejumlah proyek kecil yang berkelanjutan. Konsentrator Selatan mulai beroperasi pada tahun 1991. Konsentrator #3 dibangun sebagai bagian dari proyek peningkatan 118K yang selesai pada tahun 1995. Konsentrator #4 selesai dibangun pada tahun 1998 dan menjadi bagian dari proyek peningkatan kapasitas terbesar yang dilaksanakan pada masa tersebut.

Konsentrator Knelson

Kompleks Pabrik Pengolahan Bijih yang berada di area MP74.

Emas dalam bentuk kasar dan bebas umumnya tidak bereaksi secara optimal pada proses flotasi. Konsentrator Knelson, sebuah sistem penyusutan berbasis gravitasi, memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan dan mengambil emas kasar dan bebas tersebut. Dengan penerapan sistem ini, total pengambilan emas dari bijih meningkat secara signifikan.

 

High Pressure Grinding Roll

Unit HPGR.

Peralatan Utama

Konsentrator Utara/Selatan
8 Ball Mill 15.5 ft
WEMCO 44x1500 ft3
Outukumpu 16x1350 ft3 sel flotasi
Konsentrator #3
SAG 34 ft
2 Ball Mill 20 ft
WEMCO 36x3000 ft3 sel flotasi
Konsentrator #4
SAG 38 ft
4 Ball Mill 24 ft
WEMCO 36x4500 ft3 sel flotasi
Tinjauan Umum Terhadap Proses
  Kompleks Pabrik Pengolahan Bijih yang berada di area MP74.

Pabrik Pengolahan menghasilkan konsentrat tembaga dan emas dari bijih yang ditambang melalui proses pemisahan mineral berharga dari pengotor yang mengelilinginya. Tahapan utama meliputi penghancuran, penggilingan, pengapungan (flotasi), dan pengeringan. Penghancuran serta penggilingan mengubah bijih berukuran besar menjadi partikel halus, mendekati tekstur pasir, sehingga butir‑butir yang mengandung tembaga dan emas menjadi bebas dari batuan gangue.

Pengapungan (flotasi) adalah proses pemisahan yang digunakan untuk menghasilkan konsentrat tembaga‑emas. Bubur konsentrat (slurry), yaitu campuran bijih halus hasil gilingan dengan air, dicampur dengan reagen lalu diumpankan ke sejumlah tangki pengaduk yang disebut sel flotasi. Di dalam sel ini, udara dipompa ke dalam slurry sehingga terbentuk gelembung yang membawa mineral berharga ke permukaan.

Reagen yang digunakan terdiri atas kapur, pembuih (frother), dan kolektor. Pembuih membentuk gelembung yang stabil dan mengapung ke permukaan sel flotasi sebagai lapisan buih. Kolektor bereaksi dengan permukaan partikel mineral sulfida logam berharga, membuat permukaan tersebut bersifat menolak air (hidrofobik). Butiran mineral sulfida yang hidrofobik menempel pada gelembung udara dan terangkat dari zona slurry ke dalam lapisan buih di permukaan sel. Buih yang kaya mineral berharga, yang tampil seperti buih deterjen berwarna logam, melimpah dari bibir atas mesin flotasi ke dalam palung (launders) sebagai saluran pengumpulan. Mineral berharga yang terkumpul di dalam palung inilah yang disebut sebagai “konsentrat”. Konsentrat dalam bentuk slurry (sekitar 65% padatan berdasarkan berat) kemudian dipompa ke Portsite melalui empat jaringan pipa slurry sepanjang 115 km. Setibanya di Portsite, konsentrat dikeringkan hingga kandungan airnya tersisa sekitar 9%, lalu dikapalkan untuk dijual.

SAG Mill, Ball Mill, dan Flotasi.

Pasir yang tidak memiliki nilai ekonomis terkumpul di dasar rangkaian sel flotasi terakhir sebagai limbah yang disebut “tailing”. Tailing akhir ini dialirkan menuju sistem pembuangan alami yang mengalir dari Pabrik Pengolahan (Mill) ke Daerah Pengendapan Ajkwa yang Dimodifikasi (ModADA).