x

Program pengelolaan lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) mencakup seluruh aspek operasional, tidak terbatas pada aktivitas pertambangan saja. Sistem pengelolaan limbah komprehensif PTFI menerapkan prinsip 3R – Reuse, Recycle, Reduction (pemanfaatan kembali, daur ulang, pengurangan volume limbah). Upaya minimalisasi limbah melibatkan penggantian bahan konvensional dengan produk ramah lingkungan serta pengurangan produksi limbah dari sumbernya. Limbah seperti drum besar, ampas minyak, kertas, dan ban bekas dimanfaatkan ulang secara lokal dengan metode lingkungan aman. Material daur ulang lain seperti logam scrap dan baterai bekas dikumpulkan di temporary storage facility untuk diproses sesuai regulasi Pemerintah Indonesia.

Sebagai bagian komitmen 3R, PTFI terus kembangkan biodiesel dari minyak goreng bekas untuk kendaraan ringan, manfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik Kapur Mahaka dan Pabrik Pengering Konsentrat portsited, serta daur ulang aluminium menjadi souvenir promosi berkualitas.

Material daur ulang/pemanfaatan ulang meliputi: oli bekas dari workshop seluruh area operasi dimanfaatkan sebagai blended fuel di Pabrik Kapur Mahaka & Pengering Konsentrat; aki/accu bekas kendaraan ringan/berat dikirim third party untuk dipisahkan komponen bernilai, didaur ulang, dan dimanfaatkan kembali; ban bekas, besi scrap, drum bekas dikelola third party berizin.

Segala jenis limbah termasuk B3 dalam volume kecil dipisah dari sumbernya. Pengumpulan, pengemasan, penyimpanan limbah B3 dari assay lab, analitik lab, fasilitas medis, dan proses lainnya dikelola sesuai Peraturan Pemerintah RI. Limbah B3 diangkut ke pengolah domestic berizin tanpa lintas batas negara. Tahun 2018, PTFI bersama third party kelola 3.321 ton limbah B3.

Pengelolaan limbah non-B3 dilakukan di 3 TPA resmi: TPA Koteka (pegunungan), TPA MP74 (dataran tinggi), TPA MP38 (dataran rendah) dilengkapi sistem leachate treatment. PTFI operasikan 8 IPAL sesuai regulasi RI dengan monitoring rutin parameter pH, BOD, TSS, minyak/lemak sesuai baku mutu limbah cair.

PTFI dapatkan persetujuan KLHK untuk manfaatkan fly ash dari *boiler* PLTU batubara (blended 5-10% semen) sebagai material *infill* proyek internal. Program ini konversi timbunan abu menjadi material konstruksi produktif.

Sebagai komitmen pembangunan berkelanjutan, program lingkungan PTFI sertakan pengelolaan energi. PTFI kelola energi bukan hanya demi efisiensi ekonomi, tapi pastikan akses energi berkelanjutan generasi mendatang dan kontribusi mitigasi perubahan iklim global.

Atas dedikasi tersebut, PTFI raih Penghargaan Energi Pratama Kementerian ESDM untuk korporasi berkomitmen tinggi berpartisipasi aktif melalui pengembangan teknologi inovatif, konservasi energi, dan diversifikasi sumber energi secara nyata.