Penambangan pada tubuh bijih ("ore body") Grasberg dilakukan dengan metode tambang terbuka, yang dianggap paling sesuai mengingat letak tubuh bijih yang relatif dekat dengan permukaan pegunungan (Grasberg).

Sebagian besar proses penambangan terbuka mencakup berbagai tahapan, seperti pengeboran, peledakan, pemilahan, pengangkutan, serta penghancuran (crushing) batuan bijih. Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kestabilan lereng dan melakukan penanaman kembali vegetasi asli di area yang telah selesai ditambang (reklamasi).

Di tambang terbuka Grasberg, peralatan utama yang digunakan terdiri dari alat bor, “shovel”, dan truk besar untuk mengekstraksi bahan tambang. Bahan tambang ini mencakup batuan bijih maupun batuan penutup, tergantung pada nilai ekonomis masing‑masing. Alat shovel berfungsi untuk menggali material dari berbagai zona di area tambang terbuka, lalu memuatnya ke atas truk untuk diangkut keluar dari area tambang.

Karyawan PT Freeport Indonesia di tambang terbuka Grasberg

Bijih yang telah digali kemudian diumpankan ke alat penghancur dan dibawa ke pabrik pengolahan (mill) untuk diproses lebih lanjut. Batuan penutup (overburden) diarahkan ke lokasi‑lokasi yang telah ditentukan, atau dimasukkan ke alat penghancur OHS di sepanjang jalan HEAT untuk ditempatkan di Wanagon Bawah di samping alat penimbun (stacker).

Di sekitar lokasi tambang terbuka juga terdapat sejumlah fasilitas pendukung, seperti bengkel perawatan, tambang batu gamping, pabrik pengolahan, serta berbagai fungsi penunjang lain dan area perkantoran.